polio_ilustrasi_hilalahmarsolo
Artikel, Majalah Kesehatan

Info Obat : Menyediakan Obat di Rumah

0 56

“bu joko…bu joko punya obat ? anak saya panas….” masih ingat dengan iklan lama ini ? seorang ibu muda menggendong anaknya sedang mengetuk pintu rumah tetangganya karena ia tak mempunyai persediaan obat di rumahnya.

Persediaan obat sederhana di rumah berguna di saat yang tak terduga, karena sakit sering datang tiba-tiba. Untuk mengurangi rasa panik, alangkah baiknya jika di rumah tersedia beberapa obat sederhana yang dapat dibeli secara bebas di apotik terdekat.

Obat yang sering disiapkan dalam keluarga, dapat mengobati beberapa penyakit ringan dan segera. Idealnya,setiap rumah harus mempersiapkan obat yang aman dan efektif dalam jumlah sedikit, dan mempelajari penggunaan yang aman dan wajar, agar obat yang sudah disiapkan itu dapat mencapai efek yang maksimal.

Berikut beberapa jenis obat yang harus disiapkan keluarga dalam rumah :

1. Jenis obat oral:

  • Obat flu: gabungan obat flu yang umum, tablet batuk, tablet pengencer dahak atau sirup batuk.
  • Obat penurun panas dan pereda nyeri , misalnya paracetamol, ibuprofen
  • Obat saluran pencernaan : ada gangguan pencernaan, saluran pencernaan tidak nyaman, gejala diare.
  • Lainnya: mabuk, obat muntah, obat alergi.

2.Jenis obat penggunaan eksternal:

  • Betadine, Salep anti radang, Alkohol, Supositoria anti-demam , Obat tetes mata, Krim anti gatal

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi obat bebas :

  1. Jika orang dewasa menggunakan obat flu gabungan secara berturut-turut melebihi 7-10 hari, serta terdapat gejala demam melebihi 3 hari ke atas, dan gejala belum membaik, maka harus segera berobat ke dokter.
  2. Jika muncul efek samping yang serius, harus segera menghentikan penggunaan obat dan meminta bantuan medis.
  3. Jangan menggunakan 2 jenis obat pereda nyeri yang disebut di atas pada saat bersamaan, karena akan meningkatkan efek samping dan keracunan.
  4. Di dalam obat demam biasanya terdapat kadar antihistamin, mudah menyebabkan gejala mengantuk.
  5. Cara menyimpan obat formula khusus:
  • Obat tetes mata: Biasanya ditaruh di suhu ruangan. Jika ada label khusus, harus ditaruh di kulkas bagian bawah berdasarkan label. Setelah segel dibuka jika dalam satu bulan tidak habis terpakai, seharusnya segera dibuang.
  • Supositoria anus: Formula supositoria yaitu obat yang dimasukkan lewat anus, obat ini akan mulai melunak disebabkan oleh suhu ruangan melebihi 30℃, kebanyakan perlu ditaruh di kulkas bagian bawah untuk menghindari pelunakan.
  • Cairan umum/ suspensi: Seperti Antacid, obat flu atau obat batuk cair dapat disimpan di suhu ruangan. Kecuali bagi yang terdapat petunjuk khusus.

Obat yang sering disiapkan dalam rumah adalah obat yang dapat mengobati gejala ringan, tetapi jika setelah penggunaan obat tidak ada perubahan pada gejala tersebut, maka harus segera berobat ke rumah sakit untuk menghindari penyesalan karena terlambat berobat. (dr. Meti)

About the author / 

AdminHAS

Hilal Ahmar Solo Alamat: Komplek Masjid Al-Muhajirin Semanggi RT 06/04 Pasar Kliwon Surakarta 57117

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hilal Ahmar Solo

Alamat: Komplek Masjid Al-Muhajirin Semanggi RT 06/04 Pasar Kliwon Surakarta 57117

Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-4520.AH.01.02. Tahun 2008

Sesuai dengan Akte Notaris No.01 Tanggal 01 September 2008 Yang dibuat oleh Notaris Doktoranda Nurhasanah Latief, SH.MM. MKn NPWP: 21.049.063.7-526.000

Arsip