Lingkungan Hidup

Keutamaan Mengolah Tanah dan Bercocok Tanam

0 24

Keutamaan Mengolah Tanah dan Bercocok Tanam

 

مَامِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ. وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ. وَمَا أَكَلَ السَّبْعُ مِنْهُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ. وَمَا أَكَلَتِ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ. وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ

Tidaklah seorang muslim menanam tanaman kecuali dia mendapat pahala sedekah dari apa yang bisa dimakan dari tanaman itu. Apa yang dicuri dari tanaman itu adalah sedekah bagi penanamnya, apa yang dimakan oleh binatang buas dari tanaman itu adalah sedekah bagi penanamnya, apa yang dimakan oleh oleh burung adalah sedekah bagi penanamnya, dan tidaklah tenaman itu dikurangi (dirusak) oleh serangga melainkan menjadi sedekah bagi penanamnya (HR. Muslim dari Jabir ra).

Jabir r.a meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw menemui Ummu Mubasyir di (kebun) kurma miliknya. Beliau bertanya, “Siapa yang menanam kurma ini? Muslim atau kafir?” Ia menjawab, “Muslim. “Nabi lalu bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau benih lalu dimakan orang, hewan, dan apapun, melainkan apa yang dimakan itu adalah sedekah baginya.” (HR Muslim (1552)

 

 

 

About the author / 

AdminHAS

Hilal Ahmar Solo

Alamat: Komplek Masjid Al-Muhajirin Semanggi RT 06/04 Pasar Kliwon Surakarta 57117

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hilal Ahmar Solo

Alamat: Komplek Masjid Al-Muhajirin Semanggi RT 06/04 Pasar Kliwon Surakarta 57117

Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-4520.AH.01.02. Tahun 2008

Sesuai dengan Akte Notaris No.01 Tanggal 01 September 2008 Yang dibuat oleh Notaris Doktoranda Nurhasanah Latief, SH.MM. MKn NPWP: 21.049.063.7-526.000

Arsip