Artikel

KANKER HATI, PENYAKIT TERSELUBUNG

0 137

KANKER HATI, PENYAKIT TERSELUBUNG

Kanker hati atau dalam bahasa medis disebut Hepatoma, merupakan pertumbuhan sel hati yang tidak normal, di tandai dengan bertambahnya jumlah sel dalam hati yang memiliki kemampuan membelah disertai dengan perubahan sel hati yang menjadi ganas. Kesulitannya adalah pasien seringkali tidak mengalami gejala spesifik sampai kanker pada tahap akhir, sehingga kanker hati jarang ditemukan dini. Walaupun pada pertumbuhan awal kanker hati, beberapa pasien mungkin mengalami gejala seperti sakit perut sebelah kanan atas yang meluas ke bagian belakang dan bahu, kehilangan nafsu makan, kelelahan, mual muntah dan ikterus. Dimana penyakit hati lainnya dan masalah kesehatan lain juga dapat menyebabkan gejala yang sama, sehingga kanker hati ini sering disebut “Penyakit Terselubung”

Sebelum berbicara lebih jauh tentang kanker hati, ada baiknya kita mengingat kembali organ hati, dari segi anatomi dan fisiologisnya

ANATOMI DAN FUNGSI HATI

Hati merupakan organ tubuh yang terbesar dengan berat 1200 -1500 gram. Pada orang dewasa ±1/50 dari berat badannya, sedangkan pada bayi kurang lebih 1/18 dari berat bayi. Posisi organ hati sebagian besar terletak di perut bagian kanan atas dibawah diaphragma. Hati di suplai oleh dua pembuluh darah yaitu vena porta hepatica yang kaya akan nutrisi seperti asam amino, monosakarida, vitamin yang larut dalam air dan mineral dan arteri hepatica yang kaya akan oksigen.

Berikut adalah fungsi hati :

a. Untuk metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat. Bergantung kepada kebutuhan tubuh, ketiganya dapat saling dibentuk.

b. Untuk tempat penyimpanan berbagai zat seperti mineral (Cu, Fe) serta vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K), glikogen dan berbagai racun yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh.

c. Untuk detoksifikasi dimana hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat.

d. Untuk fagositosis mikroorganisme, eritrosit, dan leukosit yang sudah tua atau rusak.

e. Untuk sekresi, dimana hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorbsi lemak.

Hati mengeluarkan kurang lebih satu liter cairan empedu ke dalam saluran empedu yang terdiri dari pigmen empedu dan asam empedu. Yang termasuk pigmen empedu adalah bilirubin dan biliverdin yang memberi warna tertentu pada feses. Sedang asam empedu yang di bentuk dari kolesterol membantu pencernaan lemak.

Sel hati biasanya membelah diri untuk mengganti sel yang terluka atau mati karena usia. Semua proses ini berlangsung secara ketat dan rapi diatur oleh gen yang ada dalam tiap sel. Sel kanker di mulai dari sebuah sel yang menyimpang dari pola tersebut di atas. Sel tidak lagi membelah diri secara teratur/rapi, tetapi tumbuh tidak teratur atau tumbuh liar yaitu tumbuh tidak normal (abnormal). Sel abnormal ini kemudian membuat jutaan penggandaan/menggandakan dirinya sendiri atau “cloning”. Sel-sel ini tidak menjalankan fungsinya secara normal sehingga mengakibatkan fungsi hati menjadi tidak normal karena sel -sel ini hanya bergerak untuk memperbanyak diri yang akhirnya membentuk gumpalan. Gumpalan itu bisa jadi tumor jinak (yang hanya tumbuh secara lokal dan tidak menyebar).

PENYEBAB KANKER HATI

Penyebab kanker ini tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor kuat yang terlihat :

1. Infeksi Virus Hepatitis B (HBV)

2. Infeksi Virus Hepatitis C (HCV)

3. Aflaktosin B1 (AFB1), merupakan racun yang diproduksi oleh jamur Aspergillius dan ditemukan pada kacang yang berjamur, gandum dan kedelai.

4. Alkohol

5. Cirrhosis, yaitu luka pada hati

GEJALA

Sebagian besar penderita yang datang berobat sudah dalam fase lanjut dengan keluhan nyeri perut kanan atas. Sifat nyeri ialah nyeri tumpul, terus-menerus,kadang- kadang terasa hebat apabila bergerak. Di samping keluhan nyeri perut ada pula keluhan seperti benjolan di perut kanan atas tanpa atau dengan nyeri, ascites yaitu perut membuncit karena adanya cairan, dan keluhan yang paling umum yaitu merasa badan semakin lemah, anoreksia, perasaan lekas kenyang, feses hitam, demam, bengkak kaki, perdarahan dari dubur. Pada pemeriksaan fisik pasien, biasanya hati terasa besar dan berbenjol -benjol, tepi tidak rata, tumpul, kadang-kadang terasa nyeri bila ditekan.

SKRINING

Skrining untuk kanker hati dapat membantu dokter untuk menemukan dan mengobati kanker hati lebih awal, saat kanker masih setempat saja dan lebih mudah diangkat melalui proses bedah. Sehingga hal ini dapat meningkatkan tingkat keselamatan. Mereka yang mengidap infeksi Hepatitis B kronis dan cirrhosis karena hepatitis C atau sebab lain memiliki resiko tinggi terkena penyakit ini dan harus melakukan skrining guna mendeteksi kanker hati.

Skrining yang dilakukan meliputi :

1.Pemeriksaan Alfa -fetoprotein (AFP)

AFP yaitu protein serum normal yang disintesis oleh sel hati. Rentang normal AFP serum adalah 0-20 ng/ml, dimana kadar AFP meningkat pada 60%-70% pada penderita kanker hati. Pemeriksaan ini dilakukan tiap 3-6 bulan sekali

2. Ultrasonografi (USG) Abdomen

Untuk meminimalkan kesalahan hasil pemeriksaan AFP, pasien cirrhosis hati dianjurkan menjalani pemeriksaan USG setiap tiga bulan. Untuk tumor kecil pada pasien dengan risiko tinggi, USG lebih sensitif dari pada AFP serum berulang. Sensitivitas USG untuk neoplasma hati berkisar antara 70%-80%. USG color Doppler sangat berguna untuk membedakan HCC dari tumor hepatik lain.

Pemeriksaan lain seperti CT-scan, MRI dan angiografi kadang diperlukan untuk mendeteksi HCC, namun karena beberapa kelebihannya, USG masih tetap merupakan alat diagnostik yang paling populer dan bermanfaat.

TERAPI

Pilihan terapi ditetapkan berdasarkan atas ada tidaknya cirrhosis, jumlah dan ukuran tumor, serta derajat pemburukan hepatik. Berikut pilihan terapi untuk kanker hati :

1. Reseksi Hepatik

Untuk pasien dalam kelompok non -cirrhosis yang biasanya mempunyai fungsi hati normal pilihan utama terapi adalah reseksi hepatik, yaitu prosedur pembedahan yang dilakukan dengan cara mengangkat bagian yang terkena kanker saja, sedang bagian hati lainnya yang sehat tidak diangkat. Untuk pasien dengan bilirubin normal tanpa hipertensi portal yang bermakna, harapan hidup 5 tahunnya dapat mencapai 70%.

2. Transplantasi Hati

Bagi pasien kanker dan sirosis hati, transplantasi hati memberikan kemungkinan untuk menyingkirkan tumor dan menggantikan parenkim hati yang mengalami disfungsi. Analisa harapan hidup untuk 3 tahun dilaporkan mencapai 80%, bahkan dengan perbaikan seleksi pasien dan terapi perioperatif dengan obat antiviral seperti lamivudin, ribavirin dan interferon dapat dicapai harapan hidup untuk 5 tahun sebesar 92%.

Kematian pasca transplantasi tersering disebabkan terjadinya kekambuhan tumor. Tumor yang berdiameter kurang dari 3cm lebih jarang kambuh dibandingkan dengan tumor yang diameternya lebih dari 5cm.

3. Ablasi Tumor

Ablasi tumor bertujuan untuk menghancurkan sel kanker hati primer dengan menggunakan panas (Ablasi Frekuensi Radio / RFA) atau dengan alkohol (Percutaneus Ethanol Injection / PEI ). Prosedur ini menggunakan anestesi lokal, umumnya dilakukan di departemen scanning,dimana ultrasound atau CT dapat membantu dokter untuk mengarahkan jarum melalui kulit dan masuk ke dalam kanker yang berada di hati. Pengobatan RFA menggunakan sinar laser atau gelombang radio yang dihantarkan melalui jarum menuju kanker guna menghancurkan sel kanker. Pengobatan PEI menggunakan alkohol yang disuntikkan masuk melalui jarum untuk menghancurkan sel-sel kanker. Ablasi tumor dapat dilakukan berulang-ulang apabila tumor kembali tumbuh.

4. Terapi Paliatif

Sebagian besar pasien kanker hati di diagnosis pada stadium menengah – lanjut (intermediate-advanced stage) yang tidak ada terapi standarnya. Berdasarkan meta analisis, pada stadium ini hanya terapi TAE / TACE ( Trans Arterial Embolization/ Trans Arterial Chemo Embolization) saja yang menunjukkan penurunan pertumbuhan tumor serta dapat meningkatkan harapan hidup pasien dengan kanker hati yang tidak dapat dilakukan pembedahan. TACE dengan frekuensi 3 hingga 4 kali setahun dianjurkan pada pasien yang fungsi hatinya masih cukup baik serta tumor yang belum mengalami penyebaran di luar hati.

PROGNOSIS

Pada umumnya prognosis kanker hati adalah jelek. Tanpa pengobatan kematian rata-rata terjadi sesudah 6-7 bulan setelah timbul keluhan pertama. Dengan pengobatan, hidup penderita dapat diperpanjang sekitar 11 – 12 bulan. Bila kanker dapat dideteksi secara dini, usaha –usaha pengobatan seperti pembedahan dapat segera dilakukan sehingga masa hidup penderita dapat menjadi lebih panjang lagi.

Sebaliknya, penderita kanker hati fase lanjut mempunyai masa hidup yang lebih singkat. Kematian umumnya disebabkan oleh karena koma hepatik, hematemesis dan melena, syok yang sebelumnya didahului dengan rasa sakit hebat karena pecahnya kanker. Oleh karena itu langkah-langkah pencegahan terhadap kanker hati ini haruslah dilakukan. Pencegahan yang paling utama adalah menghindarkan infeksi terhadap HBV dan HCV serta menghindari konsumsi alkohol untuk mencegah terjadinya sirosis.

PENCEGAHAN

Pencegahan penyakit kanker hati dilakukan dengan tiga cara, yaitu pencegahan secara umum, pencegahan primer dan sekunder, berikut penjelasannya.

PENCEGAHAN UMUM

Yaitu pencegahan yang dilakukan untuk mengindari kemunculan keterpaparan dari gaya hidup yang berkontribusi meningkatkan risiko penyakit, dilakukan dengan cara:

a. Mengkonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin, beta karoten,mineral, dan tinggi serat yang dapat menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

b. Kurangi makanan yang mengandung lemak tinggi.

c. Kurangi makanan yang dibakar, diasinkan, diasap, diawetkan dengan nitrit.

d. Pengontrolan berat badan, diet seimbang dan olahraga.

e. Hindari stres.

f. Menjaga lingkungan yang sehat dan bersih sehingga terhindar dari penyakit menular.

PENCEGAHAN PRIMER

Pencegahan primer adalah langkah yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya penyakit dengan mengendalikan penyakit dan faktor risiko, di antaranya adalah :

a. Memperhatikan menu makanan terutama mengkonsumsi protein hewani cukup.

b. Hindari mengkonsumsi minuman alkohol

c. Mencegah penularan virus hepatitis, imunisasi bayi secara rutin menjadi strategi utama untuk pencegahan infeksi HBV dan dapat memutuskan rantai penularan.

PENCEGAHAN SEKUNDER

Pencegahan sekunder adalah pengobatan penderita dan mengurangi akibat -akibat yang serius dari penyakit melalui diagnosa dini dan pemberian pengobatan. Hepatoma sering ditemukan pada stadium lanjut maka perlu dilakukan pengamatan yang berlaku pada kelompok penderita yang kemungkinan besar akan menderita hepatoma dengan pemeriksaan USG dan AFP.

Sumber :

http://www.parkwaycancercentre.com/id/informasi-kanker/jenis-kanker/apa-itu-kanker-hati/

www.emedicine.medscape.com

http://repository.usu.ac.id

(dr. Meti Dewi Astuti)

Majalah Hilal Ahmar Edisi 72 /XI/Pebruari / 2015

About the author / 

AdminHAS

Hilal Ahmar Solo Alamat: Komplek Masjid Al-Muhajirin Semanggi RT 06/04 Pasar Kliwon Surakarta 57117

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hilal Ahmar Solo

Alamat: Komplek Masjid Al-Muhajirin Semanggi RT 06/04 Pasar Kliwon Surakarta 57117

Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-4520.AH.01.02. Tahun 2008

Sesuai dengan Akte Notaris No.01 Tanggal 01 September 2008 Yang dibuat oleh Notaris Doktoranda Nurhasanah Latief, SH.MM. MKn NPWP: 21.049.063.7-526.000

Arsip